|
Merasa Lelah Setiap Waktu? Kenali Penyebabnya di Sini |
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Tuesday, 21 May 2013 |
|
Apakah Anda merasakan kelelahan setiap waktu? Banyak orang kerap merasakan seperti itu tanpa mengetahui apa penyebabnya. Nah, sebelum Anda mengambil tindakan lebih jauh cobalah untuk mencari tahu penyebabnya. Ada beberapa hal di dalam tubuh yang berkaitan dengan keletihan seperti yang dikutip dari Web MD, Selasa (21/5/2013).
1. Apa yang Dimakan
Mengambil banyak kafein dan gula ternyata dapat menjadi bumerang karena dapat membuat Anda menjadi lebih lelah karena fluktuasi gula darah yang tidak terkendali. Sebaliknya, carilah keseimbangan dengan mengonsumsi makanan seimbang seperti sayur, buar, dan protein.
"Kebanyakan orang merasa lelah akan berkurang jika mereka mengonsumsi makanan yang sehat. Makan makanan yang sehat juga dapat mengurangi berat badan Anda, sebab obesitas memberikan kontribusi besar terhadap kelelahan," kata dr J. Fred Ralston Jr, MD, mantan pemimpin American College of Physicians.
2. Lama Tidur
Banyak orang tidak mendapatkan tidur yang cukup. Jadi, jika Anda salah satu dari mereka hindari kafein dan alkohol dalam jam sebelum tidur, matikan TV sebelum tidur, dan ciptakanlah suasana tenang di kamar Anda.
3. Seberapa Banyak Berolahraga
Berapa banyak Anda berolahraga merupakan hal yang penting. Resep favorit Fred untuk kelelahan adalah olahraga. Lakukan hal ini setidaknya tiga jam sebelum tidur, sehingga Anda memiliki waktu tidur yang baik.
Banyak orang mengira dengan berolah raga maka tubuh akan menjadi lebih lelah. Namun, akan lebih baik jika Anda berolah raga daripada tidak melakukan apa-apa, sebab faktanya semakin banyak bergerak maka semakin banyak energi yang Anda dapatkan.
4. Anemia
"Ini merupakan penyebab yang sangat umum dari kelelahan dan sangat mudah untuk memeriksanya melalui tes darah sederhana," kata Sandra Fryhofer, MD, seorang profesor ilmu pengobatan dari asosiasi klinis Emory University.
"Hal ini menjadi masalah utama bagi perempuan, terutama mereka yang memiliki periode menstruasi yang berat," imbuh Sandra.
Anda dapat mengatasi keluhan anemia dengan diet kaya zat besi, perbanyak makan daging, sayuran berdaun hijau gelap, atau suplemen jika Anda memiliki kekurangan zat besi kronis.
5. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan nutrisi seperti kalium dapat menyebabkan Anda mudah lelah. Hal ini dapat diperiksa dengan tes darah.
6. Masalah Tiroid
Menurut Prof Sandra, kelebihan atau kekurangan tiroid dapat menyebabkan kelelahan. Tes darah dapat dilakukan untuk membantu mengevaluasi fungsi tiroid Anda.
7. Diabetes
"Orang yang memiliki diabetes yang tidak terkontrol sudah jelas merasa tidak baik," kata Prof Sandra.
Prof Sandra menambahkan jika Anda merasa sangat lelah dan juga penglihatan yang kabur atau mungkin banyak buang air kecil, periksalah segera. Bisa jadi ini adalah tanda penyakit diabetes.
8. Depresi
Jika Anda kelelahan disertai dengan kesedihan dan kehilangan nafsu makan, bisa jadi Anda sedang merasa tertekan. Jangan simpan itu sendiri, dokter atau terapis dapat membantu Anda merasa lebih baik.
9. Gangguan Tidur
Jika Anda tak pernah merasa beristirahat dan sepertinya tidak ada cara untuk memperbaiki itu, ada baiknya Anda memeriksakan diri, khususnya jika Anda mendengkur. Mendengkur dapat menjadi bagian dari gangguan tidur obstruktif, di mana orang berhenti bernapas sebentar beberapa kali setiap malam.
10. Penyakit Jantung yang Tidak Terdiagnosis
Menurut dr Fred kelelahan dapat menjadi tanda masalah jantung, terutama pada wanita. "Jika Anda mengalami masalah dengan latihan yang Anda kerjakan dengan mudah, atau jika Anda mulai merasa tidak enak ketika Anda berolahraga, ini bisa menjadi bendera merah untuk masalah jantung. Jika ragu, pergilah ke dokter," tutur Fred.
Nah, jika sudah mengetahui beberapa kemungkinan penyebab kelelahan segera atasi dengan cara yang tepat. Dan ingat mulailah tindakan ini dari hal-hal kecil seperti dengan memperbaiki pola tidur, pola makan, dan tingkat aktivitas Anda. Perbaikan sederhana terkadang adalah jawaban dari suatu masalah.
v: detik |
|
|
Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi? |
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Thursday, 16 May 2013 |
|
Jakarta, Koruptor yang 'gila' uang kerap ditemui di
Indonesia. Meski demikian, ada lho beberapa orang yang justru alergi
terhadap uang, khususnya uang logam.
Hal ini bukanlah hal yang
baru di dunia kedokteran, karena alergi terhadap uang terjadi pada bahan
yang digunakan untuk membuat uang tersebut. Hal ini diungkapkan oleh dr
Eddy Karta, SpKK yang berpraktik di rumah sakit Cipto Mangunkusumo yang
ditulis oleh detikhealth, Rabu (15/5/2013).
Menurut
dr Eddy alergi merupakan reaksi hipersensitifitas yang terjadi pada
tubuh. Alergi tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dicegah agar tidak
timbul reaksi seperti merah dan gatal-gatal atau yang paling fatal
hingga menimbulkan sesak nafas.
"Walaupun saya tidak mempunyai
angka berapa persen pasien yang menderita hal ini, namun hal ini cukup
banyak terjadi," ujar dr Eddy. Dr Eddy mengatakan berbagai bahan yang
bersinggungan pada kulit yang memiliki sifat sebagian partikel dapat
masuk ke dalam kulit.
Nah, hal inilah yang memiliki potensi
menyebabkan alergi. "Contoh yang sering adalah logam terutama nikel yang
biasanya terdapat pada aksesoris seperti jam, kalung, anting," kata dr
Eddy.
Tidak hanya pada bahan-bahan yang berbentuk logam, ternyata
dalam bentuk cairan pun dapat menyebabkan hal ini terjadi. "Bahan
parfum, bahan pewangi, dan pelicin pakaian dapat memicu terjadinya
alergi dan yang patut diwaspadai adalah tato temporer. Karena kasus
alergi ini justru banyak terjadi akibat bahan tato temporer," tambah dr
Eddy.
Dikutip dari detikhealth, Rabu (8/8/2012)
alergi terhadap uang disebabkan sistem kekebalan tubuh mengidentifikasi
nikel sebagai 'musuh'. Namun para pakar kulit tak mengetahui mengapa
sejumlah orang bisa mengidap alergi terhadap beberapa jenis unsur logam,
yang pasti peneliti menduga kondisi ini bisa saja menurun dalam
keluarga. Kemungkinan terburuknya adalah kulit Anda lecet dan rasanya
sangat menyakitkan.
Selain itu, kasus ini juga sempat menimpa
Emma Killilea. Ia harus mengalami gatal dan iritasi pada telapak
tangannya seperti yang dilansir detikhealth pada Kamis,
(6/10/2013). Karena tak bisa sembuh, penderita alergi uang sebisa
mungkin harus menghindar dan untungnya dengan kemajuan zaman saat ini
sudah tersedia uang dalam bentuk lain yaitu kartu yang terbuat dari
bahan plastik. Andai Semua Orang Alergi Uang, Masih Adakah Korupsi?
v : DetikHealth
|
|
|
Stres Dapat Merusak Tulang |
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Wednesday, 15 May 2013 |
Hati-hati, Stres Dapat Merusak Tulang
Tolong LIKE/suka dan Share/bagikan agar bermanfaat bagi yang lain.
Stres zaman ini tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, bahkan
anak-anak pun dapat mengalami stres. Stres dalam bentuk frustasi, kemarahan, kecemasan, depresi dan dalam bentuk apapun ternyata dapat menjadi sesuatu yang mengerikan bagi tulang.
Berdasarkan sebuah studi yang dikutip dari Times of India, Selasa
(23/4/2013) dikatakan bahwa stres dapat mengurangi jumlah mineral di
dalam tubuh.
Adanya Kortisol yang Terdeteksi
Studi
berulang telah menunjukkan bagaimana stres negatif memengaruhi kepadatan
mineral tulang, yang merupakan jumlah bahan mineral per sentimeter
persegi tulang. Dr Pradeep Bhonsle, Kepala Ortopedi di Rumah Sakit KEM,
mengatakan stres memainkan peran penting secara pelahan tapi pasti yang
akan memicu timbulnya osteoporosis.
Jaringan tulang dalam
tubuh dijalankan oleh dua jenis sel: osteoblas yang membantu dalam
penyetoran jaringan tulang baru dan osteoklas yang memecah jaringan
tulang tua. Nah, kepadatan tulang ditentukan oleh tingkat di mana
sel-sel ini bekerja.
"Saat stres, kelenjar adrenal akan
meningkatkan produksi kortisol. Kortisol, yang dikenal sebagai 'hormon
stres' seperti itu dikeluarkan oleh tubuh dalam respons terhadap stres ,
dapat mengurangi kepadatan tulang dengan menghambat osteoblast
tulang-bangunan," katanya.
Dengan menurunnya aktivitas
osteoblas, jaringan tulang dalam tubuh akan lebih banyak dipecah
daripada disimpan. Kepadatan tulang yang rendah akhirnya menyebabkan
osteoporosis. Menariknya, Amerika yang memiliki angka asupan kalsium
tertinggi merupakan pemegang tinkgat tertinggi osteoporosis.
Solusinya, para ahli kesehatan mengatakan tidak bisa hanya dengan
mendapatkan lebih banyak kalsium, tetapi juga dengan mengurangi buar
air. "Ketika Anda menghadapi stres, Anda kehilangan kalsium melalui
urine. Kortisol berlebih dapat menyebabkan berkurangnya penyerapan
kalsium dan menimbulkan lonjakan ekskresi." kata Dr Bhonsle menambahkan.
Serangan Asam
Tak perlu dikatakan, asam fosfat dalam minuman ringan bertindak sebagai
agen korosif dan merupakan penyebab utama kalsium dan kehilangan
mineral dari tulang dan gigi. Dr Bhonsle menunjukkan bahwa efek stres
memiliki reaksi dan hasil yang sama.
"Stres menyebabkan
keasaman yang menghambat pencernaan yang optimal dari makanan. Keasaman
ini juga menghambat metabolisme mineral yang penting untuk kesehatan
tulang. Bahkan, tanpa penyerapan mineral ini, diet yang sangat bergizi
tidak ada gunanya untuk tulang Anda," katanya.
Waspadai Depresi
Studi juga menemukan bahwa orang yang menderita depresi memiliki
kepadatan tulang yang lebih rendah dan lebih rapuh daripada yang lain.
Ketika depresi, otak menggunakan sistem saraf simpatik (yang merespon
bahaya yang akan datang atau stres) untuk meningkatkan sekresi
noradrenalin dalam tulang, zat kimia yang menghambat osteoblast.
Peneliti mengatakan bahwa depresi meniru efek dari stres.
Bijaklah dalam Memilih Makanan
Stres dan perasaan 'down' secara konstan membuat orang mencari
kenyamanan dalam 'junk food' yang tidak kaya akan kalsium, magnesium dan
nutrisi penting lainnya yang membantu mencegah osteoporosis. "Pilihan
makanan yang salah tersebut diterjemahkan ke dalam nutrisi tulang yang
tidak memadai.
Selain itu, waktu makan yang tidak menentu dan
aktivitas multitasking seperti makan sambil SMS atau bekerja akan
menghalangi proses pencernaan yang optimal. Tentu saja, asupan rutin
vitamin D3, yang diperoleh dari matahari pagi juga penting karena
membantu dalam pemanfaatan mineral dalam tulang.
Untuk
diketahui osteoporosis adalah penyakit di mana tulang menjadi tipis,
rapuh dan rentan terhadap fraktur. Tulang yang ada seharusnya
terus-menerus digantikan oleh tulang baru. Faktor risiko untuk kondisi
ini termasuk penuaan, berat badan rendah, hormon seks rendah seperti
selama menopause, alkoholisme dan merokok.
Hal ini dapat
dicegah dan diobati dengan meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D.
Akibat menderita osteoporosis, sekitar setengah dari semua perempuan di
atas usia 50 akan menderita patah tulang pinggul, pergelangan tangan,
atau tulang belakang.
v: detik health
|
|
|
PNS Lebih Berpeluang Beri ASI Esklusif |
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Wednesday, 15 May 2013 |
|
Perempuan dari kalangan pegawai pemerintahan berpeluang lebih besar memberikan ASI ekslusif kepada buah hatinya. Pemberian ASI selama 6 bulan ini bisa diberikan penuh sesuai kebutuhan bayi.
"PNS lebih memungkinkan karena jam kerjanya yang lebih fleksibel.
Kesempatannya hampir 50 persen lebih besar," kata peneliti Ray Basrowi
dari Program Pendidikan Magister Kedokteran Kerja Departemen Ilmu
Kedokteran Komunitas FKUI, Selasa (14/5/2013) di Jakarta.
Ray
menggelar penelitian bertajuk Pemberi ASI Eksklusif pada Perempuan
Pekerja Sektor Formal. Dari penelitiannya terungkap, hanya 32 persen
pekerja sektor formal yang dapat memberi ASI eksklusif. Penelitian
dilakukan terhadap 192 subyek, yang terdiri atas 77 pegawai negeri sipil
(PNS) dan 115 pekerja pabrik dari semua strata pekerja. Riset dilakukan
pada 4 instansi pemerintahan dan 2 swasta di Jakarta. Pemilihan lokasi
penelitian dilakukan secara acak.
Dalam penelitian yang
dilakukan lewat pengisian kuesioner dan wawancara ini, para responden
menganggap padatnya jam kerja sebagai penyebab utama. "Waktu istirahat
pekerja pabrik sangat terbatas. Padahal untuk bisa memerah ASI atau
menyusui, pekerja harus merasa nyaman," kata Ray.
Akibatnya,
pekerja pabrik yang tidak bisa memberikan ASI mencapai 78 persen.
Sementara pekerja kantor hanya 51,9 persen. Ruang menyusui yang tidak
representatif menjadi penyebab utama. Ray mengatakan untuk memerah ASI,
rata-rata dibutuhkan 40 sampai 60 menit bolak balik.
Padahal,
waktu istirahat yang tersedia hanya 1 jam. Akibatnya, ibu tidak bisa
lagi menikmati waktu istirahatnya. Waktu yang lebih fleksibel sangat
dibutuhkan ibu yang sedang menyusui, untuk memerah ASInya.
"Apa yang terjadi di instansi pemerintah bisa ditiru. Paling dalam satu
instansi tidak sampai 20 persen ibu yang menyusui, apa salahnya memberi
waktu lebih fleksibel," kata Ray.
Pemberian ASI eksklusif
sangatlah penting. ASI yang diberikan dalam waktu 6 bulan, akan menjamin
ketahanan tubuh dan proses tumbuh kembang anak. Dalam data Riskesdas
2010, hanya 32 persen ibu yang bisa memberikan ASI eksklusif. Sementara
jumlah pekerja wanita menurut Bappenas 2011 ada sekitar 81,5 juta.
"Sekitar 25 persen pekerja produktif adalah ibu. Kalau hal ini tidak
diperhatikan, 25 juta anak Indonesia terancam tumbuh tidak sehat," kata
Ketua Departemen Kedokteran Komunitas FKUI, Dr.dr.Astrid Widjajati
Sulidtomo, MPH,Sp.Ok.
v: kompas health
|
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 5 dari 40 | |
|
|