|
Shaum atau yang lebih dikenal dengan sebutan puasa merupakan suatu
kewajiban yang dilaksanakan tidak hanya Umat Muhammad tetapi juga oleh
umat terdahulu sebagaimana tercantum dalam firman Allah QS 2:183.
Al Qurtubi dalam Al Jami'Li Ahkamil Qur'an pada saat menjelaskan
ayat "Kama Kutiba 'Alal Ladzina Minqoblikum (artinya sebagaimana telah
ditetapkan atas orang-orang sebelum kamu)" mengatakan bahwa Asy-Sy'bi,
Qotadah dan lain-lain menandaskan bahwa penyerupaan (tasybih) disini,
kembali pada waktu berpuasa dan kadar lama berpuasa. Sebenarnya Allah
telah memfardhukan atas umat Nabi Musa dan Nabi Isa puasa Ramadhan,
akan tetapi mereka merubahnya. Pada suatu ketika salah seorang pendeta
sakit, lalu bernazar "Jika Allah menyembuhkannya dia akan menambah
sepuluh hari lagi". Selain itu puasa juga dilakukan oleh orang mesir
kuno, Yunani, orang Hindu dan umat yang lainnnya. Hasil penelitian para
dokter menunjukkan bahwa manusia bukanlah satu-satunya mahluk hidup
dimuka bumi ini juga melakukan puasa. Hewan berpuasa; seperti burung,
ikan-ikan, serangga dan yang lain-lain. Mereka melakukan puasa dengan
cara sesuai dengan dunianya, yaitu ada yang masuk lubang dengan tidak
makan dan bergerak selama berhari-hari bahkan ada yang berbulan-bulan,
burung yang tinggal di sarangnya pada musim tertentu, ikan yang masuk
ke lubang di sungai atau di laut untuk beberapa masa tertentu.
Shaum
juga merupakan salah satu ibadah yang sangat istimewa kedudukannya
disisi Allah, ini sesuai dengan haidst "Segala amalan kebajikan anak
Adam dilipatgandakan pahalanya dari sepuluh hingga 700 kali. Allah
berfirman : "Kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku dan Aku memberikan
balasan (pahala) kepadanya; ia telah meninggalkan syahwat dan makan
minumnya lantaran Aku". Seorang yang berpuasa memperoleh dua
kesenangan: Kesenangan dikala berbuka dan kesenangan dikala berhadapan
dengan Allah. Dan benar-benar bau busuk mulut orang yang berpuasa itu
lebih wangi disisi Allah dari pada bau kasturi (HR. Muslim dari Abu
Hurairah). Selain itu puasa juga memiliki keistimewaan-keistimewaan
bila ditinjau dari segi kesehatan sesuai dengan hadist "Shumu
tashihhu". Untuk mengurai lebih jauh tentang hadist tersebut diatas,
maka kami akan uraikan dalam tulisan ini.
MANFAAT PUASA
Dalam
sebuah hadist Rasulullah bersabda "Shumu tashihhu" (berpuasalah niscaya
kamu akan sehat (HR. Thabrani) ). Sabda Rasulullah ini mengisyaratkan
bahwa dibalik puasa tersebut ada hikmah bagi kesehatan manusia, baik
kesehatan jasmani, rohani dan sosial. Sabda Rasulullah tersebut telah
dibuktikan oleh para sarjana kedokteran baik itu kesehatan jasmani,
rohani maupun kesehatan sosial. Ini sesuai dengan definisi sehat yang
dibuat oleh WHO, sehat ialah kondisi baik tidak hanya jasmani, tetapi
juga rohani dan sosial. Berikut ini akan kita uraikan lebih jauh
tentang dampak-dampak positif puasa terhadap kehidupan manusia.
Dampak puasa terhadap kesehatan jasmani
Shaum
memberikan manfaat secara fisik walaupun itu bukan tujuannya. Tujuan
shaum adalah untuk menggapai taqwa dan taat kepada Allah. Ini
disinggung karena orang-orang jahil yang menuduh bahwa shaum itu
merusak fisik manusia. Dan sebagai jawaban penulis nukilkan beberapada
percobaan ilmiah yang dilakukan oleh para pakar dibidang kedokteran
beserta komentarnya. Bertitik tolak dari hadist Nabi SAW bahwa dengan
berpuasa kita akan sehat dan itu digunakan sebagai landasan teoritik,
terdapat dua dimensi yang perlu dianalisis lebih lanjut, yakni (1)
puasa yang bagaimanakah yang dapat memberikan manfaat pada kesehatan;
dan (2) kesehatan dalam bentuk apa yang dapat dipelihara atau
ditingkatkan melalui aktivitas puasa. Untuk tujuan inilah, perlu ada
pengamatan perubahan fisik yang terjadi pada seseorang yang menjalankan
puasa dengan mencermati faktor psikis, sehingga akan dapat diungkapkan
seberapa jauh kegiatan puasa dapat menjadikannya lebih sehat.
Oleh karena itu kita akan melihat hasil penelitian dampak puasa terhadap :
- Fungsi Kimiawi Tubuh (metabolisme), Termasuk disini adalah Kadar gula darah, kolesterol, SGOT, SGPT, HDL, LDL, Trigliserida
- Fungsi Fisiologi
- Therapi atau Pengobatan
Untuk
mengurai lebih jauh tentang dampak puasa terhadap ketiga hal tersebut,
maka kami akan menjelaskan hal tersebut diatas lebih rinci dibawah ini :
-
Pengaruh Puasa terhadap Metabolisme
Secara
bukti empirik bahwa puasa dapat mempengaruhi metabolisme tubuh manusia.
Disamping jaringan otot dan lemak, peran liver sangat besar dalam
menyediakan glukose sebagai bahan bakar utama untuk menunjang
kehidupan. Dalam kondisi sedang berpuasa, liver melepaskan cadangan
glukose dan aktif membentuk glukose baru dari sisa pembakaran glukose
sebagai bahan limbah metabolisme.
Disamping itu puasa juga
mempengaruhi metabolisme lemak. Sebagai cadangan bahan bakar, lemak
juga memiliki fungsi struktural dalam tubuh manusia yang dapat
mengendalikan keseimbangan kadar unsur-unsurnya; seperti kolesterol,
trigliserida, HDL, LDL. Peran liver pun sangat besar dalam proses ini.
Adanya gangguan keseimbangan lemak dapat juga menjurus pada timbulnya
penyakit berupa gangguan pada sirkulasi darah dan jantung. Perlu
diketahui bahwa timbulnya penyakit semacam itu dewasa ini ternyata
cenderung meningkat seiring dengan semakin majunya peradaban manusia.
Dibawah ini akan kita lihat hasil penelitian, pengaruh puasa terhadap fungsi kimiawi tubuh.
-
Pengaruh Puasa terhadap Susunan Darah
Tidak
ada pengaruh terhadap frekwensi denyut jantung dan suhu badan akibat
shaum. Juga kondisi hemoglobin (Hb) tetap sebagaimana biasa. Ini
disebabkan waktu shaum tidak cukup untuk menimbulkan pengaruh terhadap
Hb. Ini tentunya juga tidak menimbulkan perubahan berarti pada tensi
darah secara umum, meski ada sedikit penurunan tensi darah pada
sebagian kondisi diawal Ramadhan.
-
Pengaruh Puasa terhadap Assimilasi Kalori bagi Sel
Tidak
ada perubahan yang terlihat pada kadar assimilasi pokok didalam sel-sel
tubuh selama masa shaum. Tetapi pada wanita hamil malah meningkat,
berkisar antara 15,1 kalorimeter (lebih dari biasanya) pada hari-hari
pertama shaum. Hasil dalam batas potensi tubuh jika kondisi hamil tidak
dimasukkan.
-
Pengaruh Puasa terhadap Gula Darah
B,C,D = Hari pertama hari ke-10 akhir Ramadhan
E = Sebulan sesudah Ramadhan
|
|
A
|
B
|
C
|
D
|
E
|
|
Tidak Shaum
|
92
|
97
|
90
|
88
|
93
|
|
Rata-rata Tingkat Gula darah pada orang puasa
|
84
|
80
|
80
|
74
|
86
|
|
Wanita Hamil
|
88
|
84
|
72
|
68
|
81
|
A = Sebelum Ramadhan
Dari
tabel tersebut nampak ada penurunan yang menyolok pada tingkatan jumlah
gula darah dalam darah. Tapi ini masih dalam batas normal (70% mg-110
mg).
-
Pengaruh Puasa terhadap SGOT, SGPT, Fosfat alkalin, Albumin, Globulin dan Protein darah total.
Hasil penelitian pengaruh puasa terhadap Fungsi Hati tersebut adalah normal.
-
Pengaruh Puasa terhadap Laju Metabolik Basal (Basal Metabolic Rate, BMR)
Hasil
penelitian pengaruh puasa terhadap BMR adalah dalam batas normal.
Yodium yang mengikat protein normal. Hanya jika puasa diperpanjang maka
BMR turun, seperti halnya pada kegiatan fisik berat. Ini menjamin bahwa
turunnya berat badan tidak berlebihan. Dengan turunnya BMR, denyut nadi
dan tekanan darah juga turun.
-
Pengaruh Puasa terhadap Laju Filtrasi Glomerular
Hasil
penelitian pengaruh puasa terhadap LFG adalah normal dan gravitasi
spesifik air kencing tetap konstan seluruhnya. Nitrogen urea darah
normal.
-
Pengaruh Puasa terhadap Magnesium (Mg)
Selama
berpuasa Mg darah meningkat. Beberapa reaksi ion magnesium dapat
menimbulkan pengaruh kardioprotektif sehingga kini magnesium sering
digunakan dalam pengobatan jantung.
-
Pengaruh Puasa terhadap fungsi Fisiologi tubuh
Tubuh
manusia memiliki mekanisme alamiah yang digunakan untuk mangatasi
kondisi-kondisi yang tak diinginkan, agar tetap dalam kondisi normal.
Mekanisme alamiah ini disebut sebagai Hemeostatis. Dalam keadaan puasa
selama 14 jam tubuh tidak mendapatkan supplai makanan, akan tetapi
tubuh tetap bertahan. Ini disebabkan tubuh masih memiliki cadangan
energi dalam bentuk lemak yang berasal dari karbohidrat yang disimpan
dalam bentuk glikogen. Cadangan energi ini mampu bertahan sampai 25
jam. Dengan demikian, mereka yang berpuasa jangan khawatir menjadi
sakit karena memiliki mekanisme alamiah untuk mempertahankan dirinya.
Dibawah ini kita akan mengetahui pengaruh mekanisme puasa terhadap fungsi fisiologi tubuh adalah :
-
Pengaruh Puasa terhadap Otak
Pengaruh
puasa terhadap daya ingat sangat besar. Ini diakibatkan oleh karena
puasa mengakibatkan tidur semakin nyenyak, dan pada saat tidur nyenyak
tersebut terjadi sintesis protein yang digunakan untuk memulihkan
fungsi otak.
-
Pengaruh Puasa terhadap Jantung
Dengan
puasa jantung semakin sehat, oleh karena otot-otot jantung diberikan
isitrahat yang cukup untuk mengadakan recovery. Selain itu juga ada ion
Mg yang berfungsi sebagai kardioprotektor.
Kadar plasma Mg rendah
selama satu atau dua hari setelah Myocardial infarction dan peluang
pasien untuk sembuh dari serangan jantung meningkat bila Mg segera
diberikan setelah serangan jantung. Puasa mengecilkan tingkat kematian
dalam Myocardial infarction, kemungkinan dengan mengurangi resiko
Arrhytmia serius, terutama ventricular vibrillation yang disebabkan
oleh kenaikan konsentrasi lokal katekolamin. Kekurangan Mg meningkat
ketegangan nadi jantung.
-
Pengaruh Puasa terhadap Sistem Pencernaan
Diluar
bulan Ramadhan alat pencernaan kita bekerja extra keras selama hampir
11 bulan dari 12 bulan dalam satu tahun. Oleh karena itu sepantasnyalah
alat pencernaan ini diberi istirahat, paling sedikit satu bulan dalam
satu tahun.
Makanan yang masuk kedalam tubuh memerlukan proses
pencernaan kurang lebih delapan jam, yaitu empat jam diproses didalam
lambung dan empat jam didalam usus kecil. Jika makan sahur dilakukan
pada pukul empat pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai
bekerja. Dari pukul 12 siang sampai berbuka kurang lebih selama 6 jam,
alat pencernaan mengalami istirahat total. Hal ini terjadi selama satu
bulan. Masa ini cukup untuk membersihkan makanan yang tertimbun dalam
usus besar dan memberikan kepada usus besar untuk beristirahat dari
proses pencernaan. Oleh karena itu dalam bulan puasa usus besar bersih
dari makanan yang bertumpuk, suatu hal yang menjadikan makanan tidak
masam karena tidak dicerna dan membebaskan seseorang dari gas dan bau
yang tidak sedap dan rusaknya alat pencernaan.
Selama proses
pencernaan didalam lambung, makanan berubah wujud menjadi seperti bubur
dengan tingkat keasaman tertentu. Selanjutnya didalam usus kecil
diproses, disaring dan diserap sampai tingkat molekular yang amat
lembut, yang disebut sari-sari makanan. Setelah proses ini, sari-sari
makanan yang mengandung gizi berproses menjadi darah, yang kemudian
disupplai keseluruh tubuh.
Mekanisme kerja lambung pada saat puasa
-
SAHUR (Kurang lebih pukul 04.00 pagi)
-
Selama empat jam setelah sahur -- Makanan disiapkan dengan keasaman tertentu dilambung, untuk selanjutnya dikirim ke usus kecil
-
Empat
jam berikutnya -- Makanan diubah dari wujud bubur menjadi sari-sari
makanan di usus kecil, selanjutnya disupplai keseluruh tubuh melalui
pembuluh darah (Kurang lebih pukul 12.00 siang)
-
Enam jam
berikutnya -- Alat-alat pencernaan (lambung dan usus kecil) mengalami
istirahat selama kurang lebih enam jam (pukul 12.00-18.00)
-
BERBUKA PUASA (Kurang lebih pukul 18.00 sore)
Total
: Kurang lebih empat belas jam selamanya, mulai dari setelah sahur
sampai berbuka, tubuh orang yang berpuasa tidak disupplai oleh makanan.
-
Pengaruh Puasa terhadap Ginjal
Laju
filtrasi Glomerular normal, dan gravitasi spesifik air kencing tetap
konstan seluruhnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi
perubahan apapun pada fungsi kedua ginjal selama shaum dan justru
selama ginjal menguraikan timbunan zat sisa yang membahayakan tubuh
seperti elektrolit ataupun purin yang dapat menimbulkan penyakit Gout.
-
Pengaruh Puasa terhadap Hepar (Hati)
Dalam
kondisi sedang berpuasa, liver melepaskan cadangan glukose dan aktif
membentuk glukose baru dari sisa pembakaran glukose sebagai limbah
metabolisme.
Aktivitas pelepasan cadangan dan pembentukan glukose
baru yang disentralisasi di liver merupakan hasil proses tubuh yang
sangat komplek dalam rangka mempertahankan keseimbangan lingkungan
dalam tubuh. Proses ini melibatkan hampir seluruh subsistem dan organ
tubuh, termasuk didalamnya sistem hormon dan susunan syaraf pusat.
Pengendalian fungsi hati dalam metabolisme sangat bergantung pada
hormon pankreas, insulin dan glukagon. Hormon insulin bekerja
menghambat pembentukan glukose, sedangkan glukagon justru memacu
pembentukan serta pelepasan glukose. Sementara itu pelepasan hormon
pankreas dipengaruhi oleh kadar glukose plasma (gula darah). Apabila
glukose darah turun maka pelepasan insulin dihambat, sedangkan
pelepasan glukagon dipacu, sehingga hati akan meningkatkan
glukoneogenesis (pembentukan glukose baru) dan melepaskan glukosenya ke
darah.
-
Pengaruh Puasa terhadap Kulit
Setiap
saat tubuh mengalami metabolisme energi, yaitu peristiwa perubahan dari
energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi energi potensial dalam
tubuh. Sisanya akan disimpan didalam tubuh, sel ginjal, sel kulit,
serta dalam bentuk lemak dan glikogen. Cadangan gizi inilah yang
sewaktu-waktu akan dibakar menjadi energi jika tubuh tidak mendapat
supplai pangan dari luar. Ketika berpuasa, cadangan energi yang
tersimpan dalam organ-organ tubuh serta sel-sel penyimpannya. Peristiwa
ini lazim disebut Peremajaan Sel. Oleh karena itu, tidaklah
mengherankan bila orang yang sering berpuasa, kulitnya akan menjadi
lebih segar dan lembut.
-
Pengaruh Puasa terhadap Hormon
Pada
saat-saat tertentu, misalnya disaat sedih, gembira, cemas, bersikap
sosial dan yang lainnya. Kelenjar endoktrin menghasilkan zat-zat kimia
yang mengeluarkan hormon. Jika tugasnya sudah selesai, pengeluaran
hormon dihentikan untuk sementara, sambil menunggu tugas yang sama.
Idealnya, hormon-hormon tersebut berfungsi secara seimbang didalam
tubuh. Kelebihan atau kekurangan hormon tertentu berakibat buruk bagi
kesehatan. Misalnya, kekurangan hormon insulin akan mengakibatkan
terkena penyakit. Diabetes Melitus, sedang bila kelebihan akan
mengakibatkan hiperglikemia. Demikian dengan hormon-hormon lainnya,
kekurangan atau kelebihan produksinya akan menghasilkan efek yang
kurang baik bagi tubuh dan kesehatan.
-
Meningkatkan Fungsi Organ Tubuh
Berpuasa
berarti memberikan kesempatan interval selama kurang lebih empat belas
jam bagi kerja organ-organ tubuh, seperti : lambung, ginjal, liver.
Selama itu tubuh tidak menerima makanan ataupun minuman, sehingga
menimbulkan efek berupa rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan tubuh
dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan dan
meningkatkan fungsi-fungsi organ sesuai dengan fungsi fisiologisnya,
misalnya panca indra menjadi tajam.
-
Pengaruh Puasa terhadap Therapi Penyakit
Berdasarkan
penelitian para pakar kesehatan, disamping puasa berdampak menyehatkan
fisik juga memiliki efek terhadap penyembuhan penyakit. Penelitian
tersebut dilakukan diberbagai tempat seperti Jepang, Korea, Perancis,
China, Taiwan dan Amerika Serikat.
Penyakit-penyakit yang
biasanya dapat disembuhkan oleh puasa adalah penyakit yang diakibatkan
oleh karena terlalu banyak mengkonsumsi salah satu Zat Gizi; baik itu
karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.
Pada hal
didalam Islam telah diatur tata cara makan yang sehat yang sesuai
dengan firman Allah dalam Al Qur'an surah Al A'rof ayat 31 yang artinya
sebagai berikut : "… Makan dan minumlah tetapi jangan melampaui batas.
Maha benar Allah dengan segala firman-Nya". (QS 7:31)
Nabi Muhammad SAW telah bersabda, yang artinya : "Kami makan hanya bila merasa lapar, dan kalau makan tidak sampai kenyang".
Sabda
Rasulullah yang lain "Perut adalah rumah penyakit dan pencegahan adalah
pangkal obat. Dan asal semua penyakit adalah mengisi perut dengan
berlebih-lebihan".
Sabda Rasulullah yang lain lagi "Tidaklah
suatu tempat yang dipenuhi oleh bani Adam lebih jelek dari perutnya,
padahal yang dibutuhkan oleh bani Adam sebatas penyangga tulang rusuk,
kalau toh harus memenuhinya, maka sepertiga untuk makannya sepertiga
untuk minumnya dan sepertiga lagi untuk pernafasannya".
Penyakit-penyakit yang dapat disembuhkan oleh puasa tersebut adalah :
-
Diabetes Mellitus (Penyakit Kencing Manis)
Bila
kita dalam mengkonsumsi karbohidrat berlebihan dalam waktu yang lama
akan mengakibatkan terjadinya penumpukan gula darah (glukose) dalam
darah dan ini akan mengakibatkan timbulnya penyakit kencing manis.
Hal
tersebut terjadi karena terlalu banyak makan mengakibatkan kelenjar
ludah perut lelah, sehingga pankreas tidak cukup lagi menghasilkan
insulin yang berfungsi mengolah gula. Gula yang tidak dapat diolah
tersebut tetap beredar didarah, kemudian dikeluarkan melalui air
kencing sehingga rasanya manis dan akibatnya kencing tersebut
dikerubungi oleh semut.
Selain itu kelebihan gula didalam darah juga dapat menimbulkan Obesitas (kegemukan).
Pencegahan
penyakit Kencing Manis dan Obesitas tesebut melalui Puasa, baik itu
puasa sunah ataupun puasa Ramadhan. Selain itu juga melakukan olah raga
yang teratur.
-
Hyperkolesterolaemia
Bila kita
makan terlalu banyak, terutama lemak akan mengakibatkan kelebihan lemak
yang akan disimpan didalam jaringan. Sampai suatu saat jaringan lemak
tidak dapat lagi menampung, sehingga lemak tersebut beredar didalam
darah, maka terjadilah Hyperkolesterolaemia. Kelebihan lemak didalam
darah tersebut akan tertimbun di pembuluh darah dan akan mengakibatkan
Arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah) dan ini akan sangat
membahayakan bagi organ-organ yang mendapatkan aliran darah dari
pembuluh darah yang telah menyempit tersebut. Sehingga organ tersebut
akan kekurangan darah dan dapat menimbulkan kematian bila yang terkena
tersebut adalah organ vital seperti jantung.
Penimbunan lemak
tersebut juga bisa terjadi ditempat lain seperti pada Hati, Otak,
Benjolan-benjolan dibawah kulit seperti Atherum Cyste, Lipoma (jaringan
lemak yang jinak), dll.
Dengan puasa maka kelebihan-kelebihan
lemak tersebut akan dibakar sebagai cadangan energi sehingga lemak
tersebut akan berkurang sampai hilang sama sekali.
-
Gout
Penyakit
ini diakibatkan oleh karena tubuh kebanyakan protein. Protein tersebut
yang diurai dan tidak dipakai sehingga menumpuk di sendi-sendi di
seluruh tubuh manusia. Akibatnya sendi-sendi tersebut bengkakdan
menimbulkan rasa nyeri. Dengan puasa penumpukan protein tersebut akan
hilang bila belum terlalu parah.
-
Hipertensi (Darah Tinggi)
Salah satu penyebab penyakit ini adalah kelebihan garam (Natrium) didalam darah. Therapinya dengan diet (puasa) rendah garam.
-
Obesitas
Ini
diakibatkan tubuh kelebihan terhadap zat gizi baik itu karbohidrat
ataupun lemak. Untuk menghilangkan kegemukan tersebut, di luar negeri
melakukan Starvation Diet (diet lapar), Dan didalam Islam dengan
melakukan puasa.
-
Ulkus Peptikum
Penyakit ini
adalah kerusakan mukosa lambung yang timbul atas pengaruh asam dan
pepsin. Penyakit ini mengakibatkan produksi asam lambung yang
berlebihan sehingga mengakibatkan kerusakan dinding lambung, oleh
karena asam lambung tersebut bersifat korosif terhadap dinding lambung.
Pada
saat puasa, getah lambung hanya akam memproduksi asam lambung dalam
jumlah sedikit. Hal ini oleh karena ada pengaruh dari Niat, yaitu
kesengajaan untuk menunda jam lapar.
Indikasi-indikasi kesempurnaan Puasa yang dapat memberikan dampak terhadap kesehatan :
-
Menyegerakan Berbuka Puasa
Dianjurkan
orang yang berpuasa segera berbuka sebagaimana telah dianjurkan oleh
Rasulullah SAW baik melalui qoul (perkataan)-nya mapun melalui fi'il
(perbuatan)-nya. Dalam Hadist riwayat Bukhari dan Muslim yang artinya :
"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka".
"Agama
Islam senantiasa jaya selama umat Islam menyegerakan berbuka. Sebab
orang-orang Yahudi dan Nasrani (biasa) mengakhirkannya" (HR. Abu Daud,
Ibnu Majah, Ibnu Huzaemah dan Hakim).
"Bahwa Nabi SAW biasa
berbuka dengan beberapa ruthab (kurma yang baru masak) sebelum
mengerjakan shalat, Jika tidak ada, dengan beberapa tamer (kurma
kering). Jika tidak ada (juga), beliau minum air dengan beberapa teguk"
(HR. Abu Daud, Tirmidzi, Imam Ahmad).
Bagi negara-negara yang
tidak dapat ruthab dan tamer dapat memakan makanan-makanan atau
buah-buahan yang manis. Apa sebab Rasulullah menganjurkan makan makanan
yang manis? Ini disebabkan karena kurma atau makanan yang manis
mengandung Karbohidrat sederhana, yang langsung masuk dalam aliran
darah sehingga kadar gula darah langsung melejit dan dapat digunakan
untuk energi. Selain kurma, karbohidrat sederhana juga pada makanan
yang manis seperti : es krim, jelly, selai, sirup, minuma ringan dan
permen.
Selain karbohidrat sederhana ada juga Karbohidrat
kompleks yaitu jenis karbohidrat yang memiliki ikatan kimiawi yang
lebih dari satu rantai glukosa, sedang yang sederhana tadi mengandung
satu rantai glukosa. Contoh karbohidrat kompleks adalah roti, nasi dan
kentang, harus diuraikan dulu menjadi rantai tunggal dulu sebelum
diserap dalam aliran darah dulu.
-
Mengakhirkan Sahur
Diantara
amalan yang disunahkan oleh Nabi SAW bagi orang yang berpuasa adalah
sahur yang diakhirkan. Hal ini dimaksudkan agar orang yang berpuasa
mampu menjalankan puasa dan menahan lapar dan haus terutama waktu
siangnya lebih lama daripada malamnya. Kita lihat sabda Rasulullah
dibawah ini :
"Hendaklah kamu bersahur karena sesungguhnya didalam bersahur itu ada barokah" (HR. Bukhari dan Muslim)
"Perbedaan puasa kami dengan ahli kitab ialah makan sahur" (HR. Muslim, Abu Daud, Nasa'i, Tirmidzi).
"Sahur-sahur
semuanya adalah (mengandung) barokah. Karena itu janganlah kamu
tinggalkan maupun seorang diantara kamu minum seteguk air. Karena
sesungguhnya Allah azza wa Jalla dan pada Malaikat-Nya bershalawat
kepada orang-orang yang bersahur" (HR. Imam Ahmad).
Hadist
tersebut diatas semua menunjukkan bahwa kita semua disunahkan untuk
mengakhirkan sahur. Ini mengandung hikmah yang dalam untuk
mengoptimalkan puasa kita.
Bila kita mengakhirkan sahur (04.00)
itu artinya bahwa waktu untuk timbulnya rasa lapar tersebut akan lebih
lama. Proses pencernaan tersebut memerlukan waktu kurang lebih 8 jam
(mulai dari mulut sampai usus kecil) dan itu berarti bahwa siang baru
terasa lapar. Lapar yang dimaksud disini adalah disebabkan karena
makanan-makanan meninggalkan lambung dan usus kecil dan ini dampaknya
tidak apa-apa, bisa diatasi dengan sedikit menekan perut, maka akan
hilang rasa lapar tersebut. Dan bukan karena lapar oleh karena
kekurangan gula darah. Bila kekurangan gula darah bisa mengakibatkan
lemas bahkan sampai pingsan.
Sumber : dr. H. Naharus Surur (www.pkpu.or.id)
|