|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Tuesday, 16 September 2008 |
|
Bagi sebagian besar perokok, kenikmatan merokok tidak lagi didapatkan
dari benda berasap tersebut. Melainkan karena sekadar kebiasaan.
Kondisi inilah yang cenderung sulit ditinggalkan.
Namun para
ahli perilaku dari Fakultas Kesehatan di Universitas Harvard telah
berhasil menyusun panduan yang dapat membantu seseorang berhenti merokok
1. Ganti rokok yang biasa dikonsumsi dengan merk
lain yang lebih rendah kandungan tar dan nikotinnya, beberapa minggu
menjelang tanggal berhenti merokok. Langkah ini berdampak para pola
perilaku merokok.
2. Kurangi konsumsi rokok dalam sehari. Jangan
habiskan satu batang rokok hingga habis, dan jangan menghisapnya
dalam-dalam. Gagasan utama himbauan ini adalah mengurangi
ketergantungan sistem tubuh bekerja di bawah pengaruh nikotin.
3.
Tunda satu jam untuk menyalakan rokok, saat keinginan merokok timbul.
Sibukkan diri dengan beberapa kegiatan yang mendesak. Merokoklah hanya
jika Anda sangat ingin. Jangan merokok sebagai kegiatan otomatis.
4.
Atur waktu merokok Anda hanya pada jam ganjil atau tunggal, setiap
hari. Misalnya, Anda memutuskan jam ganjil, maka Anda hanya akan
merokok pada jam 9, 11, 13, 15, dst... Rencanakan sejak pagi hari,
berapa batang rokok yang akan Anda konsumsi.
5. Atur pola makan
Anda sehingga menjadi pengganti kebiasaan merokok. Misalnya minum
segela susu setiap kali keinginan merokok muncul.
6. Jangan kosongkan asbak. Asbak yang penuh membuat Anda ingat bahwa sudah banyak rokok yang dihabiskan.
7.
Tak perlu menyediakan rokok dalam jumlah relatif banyak. Jangan membawa
rokok saat bepergian. Buatlah diri Anda kesulitan mendapatkan rokok
ketika rasa ingin merokok itu muncul.
Sumber : www.conectique.com
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 16 September 2008 )
|