Halaman Utama E-mail Peta Situs Kontak Kami
  Newsflash  
Deklarasi SBS Dalam Rangka STBM Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Thursday, 09 March 2017

Deklarasi Desa / Kelurahan SBS (Stop Buang air besar Sembarangan) dalam rangka Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM di Kabupaten Bandung Tahun 2017.

 


Soreang, 9 Maret 2017 –  Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  yang selanjutnya disingkat STBM adalah pendekatan  untuk mengubah perilaku higienis  dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Penyelenggaraan STBM bertujuan untuk mewujudkan  perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam  rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. STBM sebagai upaya preventif dan promotif terpadu Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular berbasis lingkungan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu  anak dan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.

Berdasarkan kajian WHO tahun 2007, dengan implementasi terpadu STBM tersebut dapat menurunkan angka kejadian diare sampai 94%, yang dapat dicapai dengan adanya modifikasi lingkungan mencakup pengurangan BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum rumah tangga (PAM RT), pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair, yang semuanya mennjadi 5 pilar STBM.  Meskipun angka kejadian diare dapat dikurangi dengan praktek salah satu perilaku di atas, bila diintegrasikan dan dilaksanakan bersamaan pengaruh positifnya lebih besar. Pada tahun 2008 disepakati untuk melakukan pendekatan/aksi yang terintegrasi melalui berbagai program bersama-sama dengan para mitra terkait. Pemerintah Indonesia mencanangkan 20.000 desa kegiatan STBM sampai dengan 2014, dan pencapaian target Akses Universal pada Tahun 2019.

Oleh karena itu sebagai bentuk implementasi dari Strategi Nasional STBM yang diperbaharui dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan STBM, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan para stakeholder terkait membangun sebuah kemitraan Pemerintah dan Swasta untuk melakukan program terpadu sehingga STBM dapat menjadi budaya di masyarakat yang dapat menjadikan masyarakat Indonesia lebih bermartabat. Strategi nasional  tersebut di atas antara lain juga mencakup kegiatan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, peningkatan kebutuhan, serta peningkatan penyediaan sarana untuk mendukung perubahan perilaku higienis dan akses sanitasi bagi masyarakat.

Demikian juga di Kabupaten, penerapan STBM sudah dilaksanakan sejak Tahun 2007 dengan nama awal CLTS (Community Led Total Sanitation), yang bergerak dalam 1 pilar pertama saja, yaitu Stop Buang air besar Sembarangan (SBS). Setelah menjadi STBM dengan 5 pilar, Kabupaten Bandung terus berproses untuk menjadi Kabupaten Bandung STBM, dimana seluruh masyarakat sudah menerapkan kelima pilar tersebut. Misalnya untuk strategi lingkungan yang kondusif, Kabupaten Bandung telah menindaklanjuti Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan STBM, dengan Perbup No. 53 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan STBM di Kabupaten Bandung.

Untuk strategi peningkatan kebutuhan (demand) dilaksanakan dengan “Pemicuan”. Sampai dengan Tahun 2016, 90 % desa di Kabupaten Bandung sudah dilaksanakan pemicuan dengan biaya dari APBN (BOK), DAU Kabupaten Bandung dan masyarakat. 

Untuk strategi penyediaan sarana (supply), di Kabupaten Bandung telah dibentuk Kelompok Wirausaha Sanitasi yang menjadi pelaksana dalam pembuatan jamban melalui Kredit Sanitasi, yaitu Kredit pembuatan jamban dari PT.BPR Kabupaten Bandung. Selain itu Sarana Sanitasi Komunal, Pembangunan MCK dari Dispertasih juga turut berperan dalam penyediaan sarana sanitasi. Bahkan Forum Kabupaten Bandung Sehat telah berhasil menarik CSR dari Bank Jabar Banten untuk pembangunan sarana sanitasi sejumlah Rp. 1 M.

Berikut ini upaya-upaya yang telah dilakukan Kabupaten Bandung dalam mensinergikan STBM :

Ø  Sinergi kegiatan STBM dalam Desa Siaga

Ø  Sinergi STBM & PPSP (memasukkan strategi STBM dalam strategi sanitasi Kabupaten/Kota)

Ø  Sinergi STBM dengan PAMSIMAS

Ø  Membuat link data STBM dengan PUSDATIN Kemenkes, NAWASIS (PPSP), PAMSIMAS

Ø  Menjajagi peluang akses pendanaan dengan pihak swasta (CSR) untuk meningkatkan akses sanitasi masyarakat melalui pendekatan STBM (seperti: pemberian mikrokredit bagi wirausaha sanitasi, septictank komunal  dll.)

Namun ketersediaan sarana tidak serta merta memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kejadian diare, peningkatan ketersediaan sarana jamban saja tidak cukup untuk menekan angka kejadian diare. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah mendorong kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku higienis terkait kejadian diare.

Salah satu perubahan perilaku yang dapat memutus kejadian diare adalah menghentikan buang air besar sembarangan (BABS), pengelolaan air minum dan makanan di rumah tangga, cuci tangan pakai sabun pada waktu-waktu penting, pengelolaan limbah cair rumah tangga, serta mengelola sampah rumah tangga, yang semua itu tercakup dalam 5 pilar STBM.

Pada tahun 2017 ini di Kabupaten Bandung ada 35 Desa SBS (Stop Buang air besar Sembarangan), 5 sudah diverifikasi, yang lainnya akan diverifikasi tahun ini. Akan tetapi untuk memotivasi desa/kelurahan lainnya yang belum SBS, 35 desa di atas akan dideklarasikan secara bersamaan, sehingga diharapkan untuk selanjutnya akan lebih banyak lagi desa dan kelurahan yang SBS

Berikut ini daftar nama desa / kelurahan yang deklarasi SBS pada Tahun 2017

NO

DESA

KECAMATAN

PUSKESMAS

1

Nagrak

Pacet

Panca

2

Sulaeman

Margahayu

Margahayu Selatan

3

Rancakek Kencana

Rancaekek

Rancaekek

4

Tegalluar

Bojongsoang

Bojongsoang

5

Nagreg Kendan

Nagreg

Nagreg

6

Mandalawangi

Nagreg

Nagreg

7

Cilengkrang

Cilengkrang

Cilengkrang

8

Tanggulun

Ibun

Sudi

9

Pananjung

Cangkuang

Nagrak

10

Baleendah

Baleendah

Baleendah

11

Tribaktimulya

Pangalengan

Pangalengan

12

Buahbatu

Bojongsoang

Bojongsoang

13

Sugihmukti

Pasirjambu

Sugihmukti

14

Tenjolaya

Cicalengka

Cicalengka

15

Melatiwangi

Cilengkrang

Cilengkrang

16

Cukanggenteng

Pasirjambu

Pasirjambu

17

Rawabogo

Ciwidey

Rawabogo

18

Neglasari

Ibun

Ibun

19

Cikembang

Kertasari

Kertasari

20

Lengkong

Bojongsoang

Bojongsoang

21

Patengan

Rancabali

Rancabali

22

Karangtunggal

Paseh

Cipedes

23

Jelegong

Kutawaringin

Kutawaringin

24

Tegalsumedang

Rancaekek

Rancaekek

25

Margaluyu

Pangalengan

Warnasari

26

Ciluluk

Cikancung

Ciluluk

27

Mekarlaksana

Cikancung

Ciluluk

28

Cigentur

Paseh

Cipedes

29

Sukamanah

Rancaekek

Rancaekek

30

Margamekar

Pangalengan

Warnasari

31

Pasirmulya

Banjaran

Kiangroke

32

Margahurip

Banjaran

Kiangroke

33

Warnasari

Pangalengan

Warnasari

34

Cileunyi Kulon

Cileunyi

Cileunyi

35

Tangsimekar

Paseh

Cipedes

 

Tujuan Acara

1.     Konsolidasi

Acara ini dilaksanakan juga dalam rangka menjadi sarana untuk memberi penguatan dalam melanjutkan semangat gerakan – gerakan yang memacu capaian target STBM di Wilayah Kabupaten Bandung secara menyeluruh.

2.     Deklarasi

Bahwa program sosialisasi dan kampanye sanitasi masih menyisakan target – target berikutnya untuk mencapai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang akhirnya dapat mencapai kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih sadar akan isu kesehatan, lingkungan dan pembangunan melalui perubahan perilaku.

Maka dari itu, dilakukan Pencanangan dan Deklarasi sebagai bentuk pernyataan bersama seluruh elemen tingkat Desa, Kecamatan hingga kabupaten untuk bersama-bersama melanjutkan semangat gerakan STBM khususnya di Kabupaten Bandung.

B i a y a

 

Penyelenggaraan kegiatan Deklarasi Desa / Kelurahan SBS bersumber Dana dari Dana Alokasi Umum Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung sebesar Rp. 25.600.000,- ( Dua Puluh Lima Juta Enam Ratus Ribu rupiah)

Pelaksana Acara

Rangkaian kegiatan ini dilakukan di bawah koordinasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Kecamatan Margahayu, Kelurahan Sulaiman, UPTD Yankes Kecamatan Margahayu dan Pangkalan TNI AU Lanud Sulaiman  sebagai mitra pelaksana.

Penutup

Demikian Kegiatan Deklarasi Desa/Kelurahan SBS Kabupaten Bandung Tahun 2017, diharapkan kegiatan ini dapat mendukung Kabupaten Bandung menjadi Kabupaten SBS dalam rangka mencapai Akses Universal 2019.
Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 13 July 2017 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
Polls
Bagaimana kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung ?
 
Latest News
Popular
 
Hak Cipta © Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung