Halaman Utama E-mail Peta Situs Kontak Kami
  Newsflash  
Kasus Flu Burung Dari Tangerang Bertambah Lagi Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Saturday, 15 December 2007
M (L, 47 th) warga Jl. Al Furqan Poris Pelawat Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang Propinsi Banten dinyatakan positif Flu Burung (H5N1) kemarin, berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Badan Litbangkes Depkes dan laboratorium Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. M (L, 47 th) warga Jl. Al Furqan Poris Pelawat Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang Propinsi Banten dinyatakan positif Flu Burung (H5N1) kemarin, berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Badan Litbangkes Depkes dan laboratorium Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Dengan demikian, di Propinsi Banten terdapat 20 kasus positif flu burung, 16 orang diantaranya meninggal dunia. Secara kumulatif kasus Flu Burung di Indonesia mencapai 115 orang, 92 orang diantaranya meninggal dunia. Angka kematiannya (Case Fatality Rate = CFR ) 80%.

Demikian data dari Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP&PL) Depkes RI, 11 Desember 2007.

Tabel Kasus Flu Burung Pada Manusia
di Indonesia Sampai Dengan 11 Desember 2007

No
Propinsi
Positif Flu Burung
Jumlah Kasus
Meninggal
1
Jawa Barat
29
23
2
DKI Jakarta
26
23
3
Banten
20
16
4
Sumatera Utara
8
7
5
Jawa Timur
7
5
6
Jawa Tengah
9
8
7
Lampung
3
0
8
Sulawesi Selatan
1
1
9
Sumatera Barat
3
1
10
Sumatera Selatan
1
1
11
Riau
6
5
12 Bali
2
2
Jumlah
115
92

M, seorang wiraswasta, mulai sakit 2 Desember 2007 dengan gejala demam, batuk, dan sesak nafas. Kemudian M dirawat di Rumah Sakit Usada Insani Tangerang tanggal 8 Desember 2007 dan dirujuk ke RS Persahabatan Jakarta tanggal 10 Desember 2007. Sampai saat ini M masih dirawat di RS Persahabatan.

Sumber penularan Flu Burung umumnya masih berasal dari unggas. Karena itu masyarakat diimbau tidak memelihara unggas atau memisahkan unggasnya dari pemukiman.

Para petugas kesehatan juga harus lebih awas terhadap gejala-gejala seperti influenza, demam, panas tinggi, dan batuk. Apalagi bila menemukan pasien yang sebelumnya pernah kontak dengan unggas atau berada dalam wilayah yang pernah terjangkit Flu Burung.

Berdasarkan pertemuan pengkajian ulang pelatihan surveilans Flu Burung yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal PP & PL, pada kasus-kasus terakhir, terdapat pula gejala sakit perut dan diare. Jika gejala-gejala ini tampak pada seseorang, maka segera saja penderita dibawa ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan pertama berupa obat Tamiflu. Tamiflu memiliki potensi efektif hanya jika diberikan paling lambat 2 hari setelah gejala muncul pada orang yang terjangkit Flu Burung.

Bagi masyarakat umum tetaplah menjaga kebersihan diri dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah makan. Cuci pula dengan sabun, tangan dan peralatan masak sebelum dan setelah memasak serta saat menyajikan masakan. Masak ayam dan telur ayam sampai matang sebelum dikonsumsi.
  2. Jangan sentuh unggas yang sakit atau mati. Jika terlanjur, cepat-cepat cuci tangan pakai sabun. Segeralah melapor pada ketua RT/RW atau kepala desa.
  3. Kandangkan unggas dan pisahkan dari pemukiman. Pisahkan unggas baru dengan ungas lama selama 2 minggu. Bersihkan kandang unggas secara rutin minimal 1 minggu sekali.
  4. Periksakan diri ke dokter, Puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala flu dan demam, terutama setelah berdekatan dengan unggas. Pengobatan dan penanganan pasien akan efektif jika penderita mendapat perawatan sesegera mungkin, dan tidak lebih dari 2 hari setelah gejala muncul.
Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 15 December 2007 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
Polls
Bagaimana kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung ?
 
Latest News
Popular
 
Hak Cipta © Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung