Halaman Utama E-mail Peta Situs Kontak Kami
  Newsflash  
Renstra Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator Dinkes   
Saturday, 23 March 2013
Untuk mencapai Kabupaten Bandung Sehat 2007 dan mewujudkan Angka Harapan Hidup 68 tahun 2007 sebagai komponen pencapaian IPM-80 maka diperlukan upya pemantapan dan pengembangan strategi yang menjadikan program lebih terarah, terukur, efektif, efisien, produktif, dan bermutu. Di samping pelaksanaan program operasional secara keseluruhan perlu pula difokuskan pada program dan kegiatan intervensi yang dapat mempengaruhi perubahan indikator utama pembangunan kesehatan dan indikator pencapaian program yang mempengaruhi pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).


Program yang strategis dalam peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH), adalah :

1.      Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan.

2.      Peningkatan Sumber Daya Kesehatan.

3.      Pemberdayaan Masyarakat.

4.      Pengembangan Biaya Kesehatan.

Tanpa mengabaikan program-program lain yang telah dilaksanakan selama ini keempat program di atas perlu mendapat prioritas.

 

STRATEGI KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015

 

1.   Peningkatan  Pelayanan Kesehatan yang merata terjangkau dan bermutu dengan mengutamakan pada upaya promotif – preventif :

Ø  Meningkatkan kualitas pelayanan  kesehatan dasar  melalui  Upaya Kesehatan  Masyarakat (UKM)  dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) di Puskesmas,  Pustu,  Poskesdes serta Puskel di seluruh wilayah

Ø  Meningkatkan  akses dan kualitas pelayanan kesehatan  bagi penduduk  tidak mampu/miskin

Ø  Meningkatkan upaya-upaya penurunan  tingkat kematian ibu dan bayi melalui peningkatan kualitas KIA

Ø  Meningkatkan pembangunan Puskesmas sesuai standar tata ruang serta pengembangan Puskesmas menjadi puskesmas mampu PONED  serta meningkatkan Polindes menjadi Poskesdes

Ø  Meningkatkan  pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu

Ø  Meningkatkan ketersediaan,  pemerataan , serta kualitas obat dan alat kesehatan

2.         Pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kemitraan :

Ø  Meningkatkan upaya promosi kesehatan dalam mencapai PHBS melalui  kerjasama lintas sektor  dan lintas program  diantaranya  revitalisasi peran dan fungsi Posyandu  sebagai  upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat

Ø  Mengembangkan seluruh desa menjadi desa siaga

Ø  Meningkatkan kerjasama dengan institusi pendidikan kesehatan dan organisesi profesi serta  sarana pelayanan kesehatan swasta sebagai mitra pelayanan.

3.        Pengembangan pembiayaan kesehatan :

Ø  Meningkatkan advokasi dalam rangka meningkatkan pembiayaan APBD untuk kesehatan menjadi 10% (pembiayaan dari APBD yang mencukupi untuk pembangunan kesehatan di daerah).

Ø  Meningkatkan  pelaksanaan JAMKESMAS  dan JAMKESDA  melalui prinsip-prinsip Asuransi

Ø  Meningkatkan advokasi ke sektor swasta melalui CSR untuk kegiatan pembangunan kesehatan

4.   Penanggulangan keadaan darurat, surveilans dan monitoring penyakit menular:

Ø  Meningkatkan kemandirian masyarakat dan Mengembangkan sistem kewaspadaan dini untuk penyebaran informasi terjadinya bencana,  wabah/KLB dan cara menghindari terjadinya kepanikan serta jatuhnya korban lebih banyak

Ø  Meningkatkan kualitas SDM  melalui pelatihan tanggap darurat dan pengembangan desa siaga penanggulangan bencana (Dasipena)

5.   Penguatan manajemen kesehatan:

Ø  Meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan kegiatan serta pengawasan, pengendalian dan penilaian  terhadap program  pembangunan kesehatan di semua tingkatan ;

      Ø  Meningkatkan pembiayaan kesehatan untuk kegiatan preventif dan promotif, pencapaian Indeks Kesehatan, Standar           Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan dan komitmen MDG’s

Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 23 March 2013 )
 
 
Hak Cipta © Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung