|
Visi dan Misi Pembangunan Kesehatan (2011-2015)
Visi
|
Terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang
sehat mandiri
|
Misi
|
1. Memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.
2. Menyehatkan lingkungan tempat tinggal dan lingkungan tempat beraktifitas.
3. Menanggulangi penyakit menular dan tidak menular.
4. Menyehatkan keluarga dan memberdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan.
5. Melaksanakan pengawasan sediaan farmasi dan makanan.
|
Tujuan Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung
|
|
1. Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
2. Meningkatnya kualitas lingkungan hidup yang sehat.
3. Menurunnya angka kesakitan penyakit menular dan tidak menular.
4. Meningkatnya status gizi dan kesehatan keluarga dalam masyarakat.
5. Meningkatnya kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan.
6. Meningkatnya kualitas farmasi, makanan dan minuman yang memenuhi syarat kesehatan.
|
STRATEGI KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011-2015
1. Peningkatan Pelayanan Kesehatan yang merata terjangkau dan
bermutu dengan mengutamakan pada upaya promotif – preventif :
Ø Meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan dasar melalui
Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan
(UKP) di Puskesmas, Pustu, Poskesdes serta Puskel di seluruh wilayah
Ø Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi penduduk
tidak mampu/miskin
Ø Meningkatkan
upaya-upaya penurunan tingkat kematian
ibu dan bayi melalui peningkatan kualitas KIA
Ø Meningkatkan
pembangunan Puskesmas sesuai standar tata ruang serta pengembangan Puskesmas
menjadi puskesmas mampu PONED serta
meningkatkan Polindes menjadi Poskesdes
Ø Meningkatkan pengembangan dan pemberdayaan SDM kesehatan
yang merata dan bermutu
Ø Meningkatkan
ketersediaan, pemerataan , serta
kualitas obat dan alat kesehatan
2.
Pemberdayaan masyarakat dan
peningkatan kemitraan :
Ø Meningkatkan upaya
promosi kesehatan dalam mencapai PHBS melalui
kerjasama lintas sektor dan
lintas program diantaranya revitalisasi peran dan fungsi Posyandu sebagai
upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat
Ø Mengembangkan
seluruh desa menjadi desa siaga
Ø Meningkatkan kerjasama
dengan institusi pendidikan kesehatan dan organisesi profesi serta sarana pelayanan kesehatan swasta sebagai
mitra pelayanan.
3.
Pengembangan pembiayaan kesehatan :
Ø Meningkatkan advokasi
dalam rangka meningkatkan pembiayaan APBD untuk kesehatan menjadi 10%
(pembiayaan dari APBD yang mencukupi untuk pembangunan kesehatan di daerah).
Ø Meningkatkan pelaksanaan JAMKESMAS dan JAMKESDA
melalui prinsip-prinsip Asuransi
Ø Meningkatkan
advokasi ke sektor swasta melalui CSR untuk kegiatan pembangunan kesehatan
4. Penanggulangan keadaan darurat, surveilans dan
monitoring penyakit menular:
Ø Meningkatkan
kemandirian masyarakat dan Mengembangkan sistem kewaspadaan dini untuk
penyebaran informasi
terjadinya bencana, wabah/KLB dan cara
menghindari terjadinya kepanikan serta jatuhnya korban lebih banyak
Ø Meningkatkan
kualitas SDM melalui pelatihan tanggap
darurat dan pengembangan desa siaga penanggulangan bencana (Dasipena)
5. Penguatan manajemen kesehatan:
Ø Meningkatkan
kualitas perencanaan, pelaksanaan kegiatan serta pengawasan, pengendalian dan
penilaian terhadap program pembangunan kesehatan di semua tingkatan ;
Ø Meningkatkan
pembiayaan kesehatan untuk kegiatan preventif dan promotif, pencapaian Indeks
Kesehatan, Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan dan komitmen MDG’S
|