Halaman Utama E-mail Peta Situs Kontak Kami
  Newsflash  
Penanganan Masalah Kesehatan akibat Banjir di Kecamatan Baleendah (update 7 Februari 2013) Cetak E-mail
Friday, 08 February 2013

PENANGANAN MASALAH KESEHATAN AKIBAT BANJIR

DI KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG

TAHUN 2013

 

        Berdasarkan laporan dari Puskesmas Baleendah Kabupaten Bandung, bahwa sampai dengan Tanggal 07 Pebruari 2013 telah terjadi Banjir di 2 lokasi, meliputi 2 Desa/Kelurahan (Kel.Andir dan Kel.Baleendah).

     Sehubungan dengan hal tersebut Tim Satgas PKLBB Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung telah melaksanakan kegiatan RHA (Rapid Health Assessment), pendataan jumlah KK dan jiwa, rumah, Sarana Air Bersih (Sumur Gali, Sumur Pompa Tangan, TA, Perlindungan Mata Air), Jumlah Kakus (Jamban Keluarga, MCK) yang tergenang air, Investigasi ke lokasi kejadian, Kaporitisasi terhadap Sarana Air Bersih, Lysolisasi  terhadap rumah dan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma di pos kesehatan di lokasi kejadian.

 

ASSESSMENT BENCANA BANJIR

  1.  Waktu kejadian   :05  Pebruari2013 s.d. saat ini (07 Pebruari 2013)
               Banjir di Kecamatan Baleendah Kab.Bandung :

-          Pukul 16.00 WIB,

-          meliputi 2 Desa/Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Baleendah, yaitu :

1.    Kelurahan Andir  : RW 5 ,6, 7, 8, 9, 10, 13

2.    Kelurahan Baleendah : Kp. Cieunteung RW 9, 19, 20, 21, 28

  1. Lokasi Bencana       :  - 2 Desa / Kelurahan di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung
                                     - Jln. Raya Banjaran dan Jln. Andir belum bisa dilalui kendaraan bermotor
  1. Ketinggian Air          :  Kel. Baleendah sekitar 25 –220 cm
                                                 Kel. Andir sekitar 20 – 120 cm
  1. Luas Banjir                : >250 M²
  2. Penduduk terkena   : 
  3. Korban luka/wafat   : Tidak ada korban meninggal maupun luka-luka
  4. Pengungsi                :

a.    Kel. Andir

Lokasi Pengungsian    : di tenda-tenda darurat & lokasi ketinggian

Jumlah Pengungsi       :530 orang (129 KK)

b.    Kel. Baleendah

Lokasi Pengungsian    : Rusunawa Baleendah

Jumlah Pengungsi       :258 orang (65 KK)

  1. Pengorganisasian   :  Satlak Penanggulangan KLB dan Bencana bidang kesehatan telah terbentuk secara khusus di Dinkes Kab.Bandung
  2. Pelayanan Kesehatan  :  Posko Kesehatan di Dinas Kesehatan dan Pos Kesehatan khusus untuk pelayanan korban akibat banjir ada di  Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan bergerak (pusling/mobile)
  3. Bantuan yang diberikan  : 
             Pelayanan Kesehatan dan obat-obatan untuk penanggulangan korban akibat banjir baik dari puskesmas maupun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

 

ANALISA KEJADIAN BANJIR :

Bencana Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung diakibatkan karena meluapnya hulu sungai citarum dan sungai sungai kecil yang merupakan anak sungai Citarum akibat frekuensi curah hujan yang cukup tinggi di wilayah tersebut, sistem drainase yang tidak memadai, serta letak geografis yang sejajar/lebih rendah dari aliran sungai.

Kejadian banjir di Kecamatan Baleendah terjadi akibat meluapnya sungai Citarum akibat curah hujan yang tinggi. Lokasi yang terparah terkena banjir yaitu RW 20 (Kampung Cieunteung) dengan ketinggian air kurang lebih 2,5 meter. Kampung Cieunteung merupakan daerah cekungan yang terletak di sisi sungai citarum sehingga air yang menggenang susah surut, mengakibatkan semua penduduk kampung cieunteung apabila terjadi banjir memerlukan tempat pengungsian.

 

DAMPAK BENCANA ALAM

Bencana selalu memberikan arti merugikan. Dampak yang diakibatkan dari terjadinya bencana alam banjir diantaranya :

·         Kerusakan sarana & prasarana

·         Dampak Sosial Ekonomi

·         Pelayanan kesehatan terganggu

·         Korban luka / cacat bahkan kematian

·         Dampak Psikososial

 

KEGIATAN YANG SUDAH DILAKSANAKAN

Investigasi

Tujuan : Teridentifikasinya masalah-masalah kesehatan yang ada di daerah bencana

Sasaran : Tokoh Masyarakat dan Kepala Keluarga di lokasi kejadian, lingkungan, data sekunder

Waktu : 05 s.d. 07 Pebruari 2013

Hasil Kegiatan :

Investigasi dilakukan oleh petugas kesehatan puskesmas dan Dinas Kesehatan terhadap aspek medis, aspek epidemiologis dan aspek kesehatan lingkungan akibat bencana, yaitu dengan melakukan Rapid Health Assessment (RHA) melalui observasi lapangan, wawancara dan pengumpulan data sekunder, sehingga masalah-masalah kesehatan yang timbul akibat dari dampak bencana dapat teridentifikasi.

 

Penyuluhan Kesehatan

Tujuan :

Meningkatkan kesadaran Masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat

Sasaran : Masyarakat di lokasi kejadian

Waktu : 19 s.d. 25November2012

Tempat : Pos Kesehatan& Puskel

Hasil Kegiatan :

Penyuluhan dilakukan oleh petugas kesehatan (puskesmas) di pos-pos pelayanan kesehatan di sekitar lokasi bencana dan di penampungan pengungsi akibat bencana terutama mengenai PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

 


 

 

Soreang, 07 Pebruari 2013


 

a.n.Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bandung

 

 

Kepala Bidang P2PL

 

 TTD

 

Dr. Hj. Riantini

NIP. 19650925200212 1 005

Terakhir Diperbaharui ( Friday, 08 February 2013 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
Hak Cipta © Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung